“Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”
Itulah sebuah jawaban iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego kepada Nebukadnezar saat mereka diperintahkan untuk menyembah patung yang ia buat. Pernyataan iman dari orang-orang yang mengenal Allah yang disembahnya. Tapi ada hal-hal lain yang sebenarnya merupakan pelajaran penting dalam kisah ini. BUkan hanya sikap Sadrakh, Mesakh dan Abednego tapi kita bisa juga belajar dari Nebukadnezar. Hah? Gak salah tuh? Kok bisa? Ngapain belajar dari Nebukadnezar? Dia khan nyembah dewa-dewa…. Read More