Satu janji pernah terucap..
namun tak pernah berhasil kupenuhi..
sampai melewati batas waktu kehidupannya.
Ia pergi begitu cepat meninggalkan jutaan kenangan manis..
meninggalkan pelajaran berharga di hati tiap insan yang mengenalnya. Read More
Mengenang Johan Imanuel Kirdjo
Bandung, 19 September 2005 – 01 Maret 2008
(Setyabudi, 5 Maret 2008)

Mungkin sebagian kita mengenal Johan, sebagian mengenal cukup dekat, sebagian lagi mungkin tidak mengenal dia.
Johan Imanuel Kirdjo lahir tanggal 19 September 2005 secara premateur di Bandung, dengan berat 1.45 kg. Sesaat setelah dilahirkan, puji Tuhan bisa diketahui dengan segera, kalau esofagus dari rongga mulut tidak tersambung dengan lambung, dan lambungnya sangat kecil ukurannya. Dengan beberapa upaya medis, lambungnya bisa diperbesar dan dipasang selang makanan menembus dari perut luar.
Rasanya baru kemarin mengenalmu….
rasanya baru saja aku bermain denganmu di dalam kereta kecilmu.
rasanya wajah bossymu baru saja menggodaku…
dan senyum mautmu meruntuhkan semuanya..
tapi semua itu tak kan lagi kulihat
kemarin sebuah pesan singkat kuterima..
adik kecilku sudah kembali ke rumah Bapa
pulang ke pangkuan keagungan Allah..
sedih… tapi saat ini kau telah bahagia..
bermain bersama Yesus di kediamanNya.
tak perlu lagi kau rasakan kelelahan dan kesakitan di rumah fana ini.
selamat jalan dear Jojo…
kehadiranmu menjadi berkat buat banyak orang..
keceriaanmu mengusir semua kelelahan dan duka..
perjuanganmu menjadi semangat bagi semua yg mengenalmu.
seperti namamu Johan Imanuel Kirdjo…
Allah senantiasa besertamu sampai pada kekekalan.
teriring doa untuk Bu Hesti dan keluarga…
and rest in peace my dear little brother.
Leiden, March 2, 2008.
