Tag: stargen

Mencari Bumi di StarGen

Pertanyaan yang sering timbul saat melakukan generate planet adalah, akankah muncul planet Bumi? Dalam StarGen, Bumi dikategorikan sebagai planet yang permukaannya memiliki air dalam kisaran 5 – 95%. Itu baru tahap awal dimana planet yang terbentuk bisa dikategorikan sebagai Bumi. Hal lainnya yang menarik adalah pengkategorian kondisi atmosfer sebagai planet yang bisa dihuni berdasarkan komposisi kimia yang terbentuk di atmosfer.

Setelah melalui percobaan panjang, memang ditemukan ada beberapa sistem yang bisa memiliki planet bertipe Bumi. Tapi sangat sulit mencari planet Bumi yang komposisi atmosfernya bisa dikategorikan breathable. Seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

Read More

do I try to be god?

Sepanjang pengerjaan sistem pemodelan tata surya, pertanyaan ini sering kali hadir. Apa aku sedang bermain-main menjadi tuhan? Membangun model tata surya dan melakukan generate sistem dengan berbagai harga masukan, memang memberi hasil yang berbeda-beda. Terlebih lagi mencari sistem yang memiliki planet kebumian dengan atmosfer yang bisa digunakan untuk kehidupan ternyata seperti mencari jarum di antara tumpukan jerami.

Dari 44 sistem yang digenerate ada sekitar 10 yang mampu memiliki planet kebumian, namun tak satupun planet tersebut memiliki atmosfer yang layak untuk jadi daerah hunian. Ternyata syarat daerah hunian soal jarak dari bintang dimana air bisa ditemukan dalam keadaan cair bukanlah satu-satunya parameter bahwa planet tersebut layak huni. Kondisi dan komposisi atmosfer yang terbentuk juga sangat mempengaruhi.

Read More

Teori Akresi

Bentuk awal dari teori ini diberikan oleh Schmidt (1944) tapi kemudian dikembangkan dan dimodifikasi oleh Lyttleton (1961). Secara umum, idenya adalah Matahari setelah melewati awan debu akan memiliki selubung gas dan debu dimana didalam selubung tersebut akan terjadi pembentukan planet dengan cara akresi. Dalam modifikasi yang diajukan Lyttleton, ia menunjukkan kalau ide Schmidt mengenai benda ketiga tidak diperlukan.

Read More

Model Sederhana Membangun Tata Surya

Tahun 1969, Stephen Dole membuat model sederhana untuk membangun sistem Tata Surya berdasarkan teori akresi. Hipotesa awal yang digunakan adalah bintang dan planet terbentuk dari dark globul dingin. Dark globul terbentuk dari gas dan debu yang butiran-butirannya berakresi serta dari tabrakan inelastik partikel-partikel.

Dole membangun model Tata Surya dengan membuat hipotesa bahwa seluruh komponen Tata Surya terbentuk dari nebula gelap dingin yang terdiri dari debu dan gas atau dikenal sebagai small globul. Nah, di awal bintang terbentuk di pusat dikelilingi awan gas dan debu berbentuk bola dan semakin jauh dari pusat, kerapatan awan akan semakin berkurang.

Read More