Telah menjadi bukti di tahun 1960-an kalau banyak tanda di meteorit sedah dapat dipahami sebagai akibat dari kondensasi uap air panas. Sejumlah studi teoretik dilakukan terkait dengan tahapan kondensasi dari materi yang membentuk Tata Surya. Hasilnya pendinginan terjadi pada temperatur dan tekanan yang beragam. Hal ini semakin memperkuat ide materi di awal terbentuknya Tata Surya berada dalam bentuk gas panas. Tahun 1972, Safronov mempublikasikan teorinya tentang pembentukan planet dari materi-materi hamburan. Nah, meskipun hasil dari Safronov ini mengindikasikan jangka waktu yang sangat panjang dalam pembentukan planet-planet, namun model yang ia berikan menjadi sebuah struktur yang baik dalam memecahkan permasalahan skala waktu pembentukan. Read More
Megapa Pluto bukan planet?
pokoknya Pluto tetap planet, nggak boleh nggak. kan kesian Plutonya kalo dicoret dari daftar planet.
well itulah beberapa komentar dalam blog ini saat saya menulis tentang klasifikasi Pluto yang baru sebagai Planet Katai atau dengan kata lain Pluto diturunkan kelasnya dari Planet jadi Planet katai. Bagi saya penentuan kelas baru tersebut merupakan bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan. Ternyata bagi sebagian orang hal tersebut seakan-akan kami para astronom telah mengeluarkan Pluto dari Tata Surya. wow .. hebat sekali yah kalau bisa nendang Pluto.
Banyak memang yang masih berharap agar ada revisi atau tepatnya akan ada pembicaraan lag pada pertemuan IAU yang berikutnya di Rio de Jeneiro untuk membicarakan kembali status Pluto. Read More
halah judulnya bombastis nggak sih? tadinya niat mo nulis panjang lebar tentang habitable planet yang baru ditemuin alias tentang Gliese 581 c berdasarkan paper yang diterbitkan Stéphane Udry dkk, tapi asli deh mata capek banget beberapa hari ini didepan kompie terus (halah alasan!!!). Yang selesai cuma versi dari press release ESO yang kujadikan berita buat langit selatan. Mudah-mudahan versi lengkapnya bisa kumasukin kesini dalam waktu dekat ini (hope sooo). Read More
“And so she stopped at the planet Venus to see if that might be the place. But when she sipped the atmosphere, she exclaimed, “Oh no! This is much too hot!”.
Then she went to Mars, and once more cried out.”Here it’s much too thin and cold!”
At last, however, she came to Earth, and when she tasted the sweet air she sang in delight. “Ah, now this one is just right! Not too hot, and not too cold.”
(Earth by David Brin)
Diantara kelelahan setelah menjelajah Tata Surya, akhirnya tempat persinggahan pun ditemukan. Venus terlalu panas, Mars pun terlalu tipis atmosfernya dan dingin. Hanya Bumilah yang pas untuk ditempati. Ternyata tidak mudah juga mencari daerah persinggahan untuk memulai hidup baru di alam semesta yang luas ini. Satu per satu tempat disinggahi tapi tak satupun yang bisa memberi sebuah kenyamanan. Read More
IAU telah meenetapkan definisi kalau planet merupakan objek yang cukup besar untuk membersihkan daerah sekelilingnya dari objek-objek kecil lainnya. Lantas apakah ada cara mudah untuk menentukan sebuah objek itu planet hanya berdasarkan massa dan lokasinya di dalam Tata Surya?. Secara umum jawabannya tidak ada, karena semuanya bergantung pada kondisi seperti apa yang ada disekeliling planet tersebut dan dinamika dari objek-objek kecil yang ada disana. Read More
Tahun 2003, sebuah objek yang lebih besar dari Pluto dan diperkirakan sebagai planet ke-10 ditemukan dan diumumkan bulan Juli 2005. Objek yang saat itu menyandang nama sementara 2003 UB313 ditemukan oleh Mike Brown dari Caltech, Chad Trujillo dari Gemini Observatory di Mauna kea, Hawaii dan David Rabimowotz dari Yale University, New Haven, Connecticut. 2003 UB313 yang kemudian lebih dikenal dnegan nama Xena, dipotret pertama kalinya mengunakan Teleskop Samuel Oschin 48-inci di Observatorium Palomar tanggal 31 Oktober 2003. Xena yang ditemukan Mike Brown dkk, memiliki satelit bernama Gabrielle.
Agustus 2006 lalu IAU mengeluarkan resolusi mengenai definisi planet, yang menyebabkan Pluto dan Xena dikeluarkan dari jajaran planet dan “kandidat planetâ€. Keduanya pada akhirnya dikategorikan sebagai dwarf planet (planet katai) bersama dengan objek-ojek lainnya yang ditemukan di daerah sabuk kuiper. Dan tanggal 13 September 2006 setelah dua tahun memakai nama Xena dan Gabrielle, IAU memutuskan nama resmi untuk keduanya yakni 136199 Eris dan Dysnomia. Dalam jajaran planet katai, Eris merupakan objek terbesar. Read More
Akhir Agustus lalu di Praha, IAU telah memutuskan untuk memberi definisi baru pada planet dan mereduksi jumlah planet menjadi 8, dengan menempatkan Pluto dalam kategori dwarf planet. Dengan demikian Pluto juga dikenal sebagai objek pertama yang ditemukan dalam lingkup trans neptunian object. Kilas balik sejenak, resolusi IAU menghasilkan ada 3 kategori utama dalam Tata Surya :
Keputusan IAU ini bukan lantas membuat Pluto dikeluarkan dari Tata Surya atau bahkan dikeluarkan dari Bimasakti. Kalau itu yang terjadi, maka betapa hebatnya para astronom yang berkonferensi bulan Agustus lalu sampai-sampai mampu “menendang Pluto keluar dari Bimasakti”
. Yang terjadi adalah kriteria planet didefinisi ulang dan dibuat kelas baru dalam Tata Surya yakni dwarf planet ( planet katai / kerdil ). Read More